Langsung ke konten utama

Materi Try Out UKMP2DG 2017

Assalamu'alaikum.. Walaupun tahun 2017 udah mau lewat, semoga materi2 yg ada di bawah ini gak cuma numpang lewat yaa..hihi. Ini materi try out UKMP2DG tahun 2017 yang aku ikutin pertengahan tahun ini kalau gak salah. Baru bisa share2 soalnya mau nerusin ngumpulin materi tapi mager kebangetan. Jadi maafin ya jika masih ala kadarnya..
nb : seperti biasa, kalau file lengkapnya hubungi e-mail : thyasyahbana@yahoo.co.id
maaf banget, yang udh kontak via e-mail tapi gak bisa kebalas, Insyaa Allah yg ini dibalas kok kalau konfirmasi lewat id line : thyasyahbana
Terima kasih..semangaaat sejawat :D



MATERI TRY OUT UKMP2DG 2017

Biomedis
1.    Prinsip bioetika
a.       Beneficence : tanggung jawab untuk melakukan kebaikan yg menguntungkan pasien dan menghindari perbuatan yg merugikan atau membahayakan pasien. Kewajiban dokter adalah mengutamakan kepentingan pasien. Ciri : mengusahakan agar kebaikan/ manfaat lebih banyak dibandingkan dengan keburukan, menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan
b.      Non Maleficence : tidak berbuat hal yang memperburuk keadaan pasien. Terutama pada gawat darurat, tidak menimbulkan bahaya atau kecederaan kepada pasien dari segi fisik maupun psikologis. Prinsip non-maleficence : “primum non nocere” yaitu pertama jangan menyakiti. Ciri : menolong pasien emergensi, mengobati pasien yang luka, tidak membunuh pasien, tidak memandang pasien sebagai objek.
c.       Justice : berlaku adil pada setiap pasien, setiap pasien berhak mendapatkan tindakan yang sama. Tindakan yang sama tidak selalu identik, maksudnya setiap pasien diberikan konstribusi yang relatif sama untuk kebaikan kehidupannya. Ciri: mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan, menghargai hak sehat pasien, menghargai hak hukum pasien.
d.      Autonomy : setiap individu mempunyai kebebasan untuk mentukan tindakan/ keputusan berdasarkan rencana yang mereka pilih. Ciri: menghargai hak menentukan nasib sendiri, berterus terang, menghargai privasi, menjaga rahasia pasien, melaksanakan Informed Consent.
2.    Macam rujukan
Menurut tata hubungannya, sistem rujukan terdiri dari
-          Rujukan Internal : rujukan horizontal yang terjadi antar unit pelayanan di dalam institusi tersebut. Dari jejaring puskesmas (puskesmas pembantu) ke puskesmas induk
-          Rujukan Eksternal : rujukan yang terjadi antar unit-unit dalam jenjang pelayanan kesehatan, baik horizontal  (dari puskesmas rawat jalan ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari puskesmas ke rumah sakit umum daerah).
Menurut lingkup pelayanannya, sistem rujukan terdiri dari
-          Rujukan Medik : rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Misalnya, merujuk pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah.
-          Rujukan Kesehatan adalah rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan dengan upaya peningkatan promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Contohnya, merujuk pasien dengan masalah gizi ke klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas), atau pasien dengan masalah kesehatan kerja ke klinik sanitasi puskesmas (pos Unit Kesehatan Kerja)
3.    Lawrence Green mengatakan bahwa kesehatan individu atau masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor pokok yaitu :
1.      Faktor Perilaku, ditentukan oleh tiga kelompok faktor
a.       Faktor Predisposisi (predisposing factors) yang mencakup pengetahuan individu, sikap, kepercayaan, tradisi, norma sosial dan unsur-unsur lain yang terdapat dalam diri individu dan masyarakat.
b.      Faktor Pendukung (enabling factors) adalah tersedianya sarana pelayanan kesehatan dan kemudahan untuk mencapainya.
c.       Faktor Pendorong (reinforcing factors) adalah sikap dan perilaku petugas kesehatan.
2.      Faktor di Luar Perilaku (non perilaku)
Faktor di Luar Perilaku atau Non Perilaku yang dapat mempengaruhi pencapaian kesehatan individu atau masyarakat, misalnya sulitnya mencapai sarana pelayanan kesehatan, mahalnya biaya transportasi, biaya pengobatan, kebijakan dan peraturan  dan lain sebagainya.

Biomaterial
1.        Klasifikasi Gipsum Kedokteran Gigi menurut American Dental Association (ADA) No.25 membagi gipsum menjadi lima tipe.
a.       Tipe I (Impression Plaster) : mencetak pasien yang telah kehilangan gigi, sifatnya yang tidak elastis dan mudah patah. Apabila gipsum tipe ini digunakan untuk mencetak pada pasien yang memiliki gigi, maka undercut gigi tidak dapat tercetak dengan baik.
b.      Tipe II (Laboratory or Model Plaster/plaster of Paris) : sebagai model studi dan sebagai bahan pengikat model kerja ke artikulator, master cast.
c.       Tipe III (Dental Stone or  Medium Strength) : bahan pembuatan model kerja.
d.      Tipe IV (Dental Stone, High Strength) : digunakan untuk media pembuatan die, pengisian inlay, onlay, mahkota jembatan.
e.       Tipe V (High-Strength, High Expansion Dental Stone) : model kerja dalam pembuatan gigi tiruan berbasis logam
2.    Bahan cetak elastomer adalah bahan cetak yang bersifat elastis, pabila digunakan dan dikeluarkan dari rongga mulut, akan tetap bersifat elastis dan fleksibel.
Indikasi  : diperlukan untuk pencetakan yang memerlukan keakuratan pada detail gigi dan daerah gerong
a
3.    GIC diklasifikasikan menjadi
a.    Tipe I : Luting Cement à merekatkan gigi mahkota atau jembatan, tumpatan tuang dan alat-alat ortodonti cekat. Semen perekat ini mencegah kebocoran tepi restorasi dan lapisan semen harus dibuat setipis-tipisnya agar tidak terlarutkan oleh cairan mulut.
b.    Tipe II : Restorative Cement à tumpatan estetik sewarna dengan gigi
c.    Tipe III : Liner and Basis Cement
d.   Tipe IV : Fissure sealants
e.    Tipe V : Orthodontic Cements
f.     Tipe VI : Core build up
g.    Tipe VII : Fluoride releasing
h.    Tipe VIII : ART(atraumatic restorative technique)
i.      Tipe IX : Deciduous teet
4.    Komposisi Resin Akrilik
Heat Cure
a.       Bubuk mengandung
Polimer : polimetilmetakrilat sebagai unsur utama dalam bubuk resin akrilik polimerisasi panas.
Benzoil peroksida sebagai inisiator : 0,2-0,5 %.
Reduces Translucency : titanium dioksida.
Pewarna yang dapat disesuaikan dengan rongga mulut 1%.
Fiber : serat nilon atau serat akrilik.
b.      Cairan mengandung :
Monomer: methylmethacrylate, berupa cairan jernih yang mudah menguap.
Stabilisator: 0,006% inhibitor hidrokuinon sebagai penghalang polimerisasi selama penyimpanan.
Cross linking agent: 2% ethylene glycol dimetacrylate, untuk menyambung dua molekul polimer sehingga menjadi rantai yang panjang dan untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan resin akrilik.
Plasticizer : dibutil pthalat.
Resin akrilik polimerisasi kimia (self/cold cured resin acrylic) : proses polimerisasinya tidak memerlukan bantuan energi panas/energi sinar tampak, melainkan mengandung aminestersier atau dimetil-para-toluidin di dalam monomernya sebagai bahan akselerator kimiawi untuk membantu proses polimerisasi berlangsung.

Bedah mulut
1.    Klasifikasi Impaksi Gigi M3
Menurut Pell dan Gregory
a.       Kelas I : Ruangan yang tersedia cukup untuk erupsi molar tiga antara batas anterior ascending ramus dengan distal gigi molar dua.
b.      Kelas II : Ruangan yang tersedia untuk erupsi molar tiga antara batas anterior ascending ramus dengan distal gigi molar dua kurang dari ukuran mesio-distal molar tiga.
c.       Kelas III: Seluruh atau sebagian besar molar tiga berada dalam ramus mandibula.
Berdasarkan letak molar ketiga di dalam rahang
a.       Posisi A : Bagian tertinggi gigi molar tiga berada setinggi garis oklusal.
b.      Posisi B : Bagian tertinggi gigi molar tiga berada di bawah garis oklusal tapi masih lebih tinggi daripada garis servikal molar dua.
c.       Posisi C : Bagian tertinggi gigi molar tiga berada di bawah garis servikal molar dua.
Klasifikasi George Winter
Gigi impaksi digolongkan berdasarkan posisi gigi molar tiga terhadap gigi molar dua. Posisi-posisi meliputi mesioangular (miring ke mesial), distoangular (miring ke distal), vertika, horizontal, bukoangular (miring ke bukal), linguoangular (miring ke lingual), inverted dan posisi tidak biasa lainnya yang disebut unusual position.


Ilmu Kedokteran Gigi Anak
1.    Klasifikasi Space Maintainer Lepasan menurut Bauer
Kelas 1: Unilateral maxilarry posterior
Kelas 2 : Unilateral mandibular posterior
Kelas 3 : Bilateral maxilarry posterior
Kelas 4 : Bilateral mandibular posterior
Kelas 5 : Bilateral maxilarry anterior posterior
Kelas 6 : Bilateral mandibular anterior posterior
Kelas 7 : Telah kehilangan satu atau lebih geligi anterior sulung
Kelas 8 : Semua gigi sulung hilang
2.    Trauma gigi yang menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal
a.      Concusion (N 503.20), yaitu trauma yang mengenai jaringan pendukung gigi yang menyebabkan gigi lebih sensitif terhadap tekanan dan perkusi tanpa adanya kegoyangan atau perubahan posisi gigi.
b.       Subluxation (N 503.20), yaitu kegoyangan gigi tanpa disertai perubahan posisi gigi akibat trauma pada jaringan pendukung gigi.
c.       Luksasi ekstrusi (partial displacement)  (N 503.20), yaitu pelepasan sebagian gigi ke luar dari soketnya. Ekstrusi menyebabkan mahkota gigi terlihat lebih panjang.
d.      Luksasi, merupakan perubahan letak gigi yang terjadi karena pergerakan gigi ke arah labial, palatal maupun lateral, hal ini menyebabkan kerusakan atau fraktur pada soket alveolar gigi tersebut. Trauma gigi yang menyebabkan luksasi lateral menyebabkan mahkota bergerak ke arah palatal.
e.       Luksasi intrusi (N 503.21), yaitu pergerakan gigi ke dalam tulang alveolar, dimana dapat menyebabkan kerusakan atau fraktur soket alveolar. Luksasi intrusi menyebabkan mahkota gigi terlihat lebih pendek.
f.        Avulsi (hilang atau ekstrartikulasi) (N 503.22) yaitu pergerakan seluruh gigi ke luar dari soket.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Berdiri Kota solo

Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen ( 1746 - 1757 ). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati. Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan. Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan...

LATIHAN SOAL UKMP2DG 2016

Haii..haaii.. Tahun 2016 sudah siap UKMP2DG belum niih? *padahal yg nulis baru mau semester 6 :D ini aku sekedar share soal UKMP2DG yg dulu dikenal sbg UKDGI. Iseng2 nyari di internet gegara kemarin mau Try Out. Kali aja bermanfaat kalau aku share di sini :D Informasi lebih lanjut ttg kelanjutan soal ini, silahkan hub.aku di thyasyahbana@yahoo.co.id  makasiih sejawat -,- TRY OUT   1.       Pasien perempuan berusia 37 tahun datang ke RSGM dengan keluhan mulut kering dan susah menelan makanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien menderita epilepsy dan rutin mengkonsumsi dilantin. Pada pemeriksan tidak didapatkan adanya kelainan ekstra maupun intraoral serta tidak adanya pembengkakan di semua regio. Komponen saliva apakah yang berkurang pada kondisi pasien tersebut? a.        Amylane b.       Statherin c.        Albumin d.    ...